Senin, 23 Februari 2009

Sebuah Komet Berwarna Hijau Sedang Mendekati Bumi


Situs Web NASA melaporkan bahwa komet hijau bernama Lulin sedang mendekati Bumi. Pada 24 Februari jarak antara komet dengan Bumi akan mencapai jarak minimum, diduga luminosity (kilauannya) bisa mencapai 4-5, di daerah pedesaan yang langitnya gelap dapat melihat bayangan komet yang indah.
Menurut laporan astronomi Taipei Museum Taiwan bahwa "komet Lulin" pada 11 Juli 2007 ditemukan bersama oleh asisten pengamat Lulin Sky Survey, LUSS dari Institute of Astronomy, National Central University Taiwan Lin Qisheng dan Ye Quanzhi dari Sun Yat-sen University Guangzhou China, dengan menggunakan teleskop 41 cm dari Lulin Observatory Central University; ditemukan terletak di konstelasi Aquarius dengan luminosity hanya 19.
Organisasi komet internasional menetapkannya sebagai komet non-siklus, pada paruh bulan pertama bulan Juli 2007 ditemukan karakteristik komet ketiga, dan diberi No C/2007 N3, dan dinamakan sesuai dengan nama Observatory-nya "Lulin". Komet Lulin adalah komet pertama yang ditemukan oleh Taiwan yang diberi nama, juga adalah komet pertama yang ditemukan secara bersama oleh Taiwan dan China.
Waktu pengamatan terbaik "komet Lulin " adalah pada tanggal 17 Februari hingga akhir Februari, pada 24 Februari jarak antara komet dengan Bumi mencapai jarak minimum, diduga luminosity bisa mencapai 4-5. Di daerah pedesaan yang langitnya gelap dapat melihat bayangan komet yang indah ini. Ketika jarak komet Lulin paling dekat dengan Bumi, ia akan berjarak 38 juta mil dari Bumi, tidak ada efek negatif terhadap Bumi.
Biro Cuaca stasiun astronomi Taiwan berkata komet Lulin saat ini diidentifikasi sebagai komet non-siklus (sekali ini setelah mengunjungi Bumi hilang tak akan kembali) atau komet siklus panjang (siklus mengunjungi Bumi lebih dari dua ratus tahun), yang berarti bahwa "dalam seumur hidup kita hanya berkesempatan sekali ini saja dapat melihatnya."
Atmosfer komet Lulin besarnya sama dengan Jupiter, gas yang membentuk atmosfer komet ini, adalah kunci penampakkan hijaunya. Aliran udara yang tersembur dari inti komet ini, termasuk sianida (semacam gas beracun yang banyak ditemukan dalam komet) dan divalent karbon (C2). Kedua zat ini di bawah sinar matahari dalam lingkungan vakum sekitar komet, akan memancarkan cahaya hijau. (dajiyuan/lim)


"dikutip dari http://erabaru.or.id/"

Senin, 16 Februari 2009

TOP 10 FENOMENA PENUH MISTERI DI LUAR ANGKASA












1. Tabrakan Antar Galaksi
















Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda dan galaksi kita , yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.
Credit: F. Summers/C. Mihos/L. Hemquist

2. Quasar















Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat. Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C 273, yang dipotret pada 1979.
Credit: NASA-MSFC

3. Materi Gelap (Dark Matter)



















Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai dari neotrino berat hingga invisible black hole. Jika dark matter benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.
Credit: Andrey Kravtsov

4. Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)



















Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas. LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati gelombang yang sukar dipahami ini. Credit: Henze/NASA

5. Energi Vakum













Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan, ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual” yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu, berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta. Credit: NASA-JSC-ES&IA

6. Mini Black Hole















Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar, maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya, mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.
Credit: NASA-MSFC

7. Neutrino















Neutrino merupakan partikel elementer yang tak bermassa dan tak bermuatanyang dapat menembus permukaan logam. Beberapa neutrino sedang menembus tubuhmu saat membaca tulisan ini. Partikel “phantom” ini diproduksi di dalam inti bintang dan ledakan supernova. Detektor diletakkan di bawah permukaan bumi, di bawah permukaan laut, atau ke dalam bongkahan besar es sebagai bagian dari IceCube, sebuah proyek khusus untuk mendeteksi keberadaan neutrino.
Credit: Jeff Miller/NSF/U. of Wisconsin-Madisonl

8. Ekstrasolar Planet (Exoplanet)















Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200 ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan beberapa dunia seperti di bumi.
Credit: ESO

9. Radiasi Kosmik Latarbelakang











Radiasi ini disebut juga Cosmic Microwave Background (CMB) yang merupakan sisa radiasi yang terjadi saat Big Bang melahirkan alam semesta. Pertama kali dideteksi pada dekade 1960 sebagai noise radio yang nampak tersebar di seluruh penjuru alam semesta. CBM dianggap sebagai bukti terpenting dari kebenaran teori Big Bang. Pengukuran yang akurat oleh proyek WMAP menunjukkan bahwa temperatur CMB adalah -455 derajat Fahrenheit (-270 Celsius).
Credit: NASA/WMAP Science Team

10. Antimateri









Seperti sisi jahat Superman, Bizzaro, partikel (materi normal) juga mempunyai versi yang berlawanan dengan dirinya sendiri yang disebut antimateri. Sebagai contoh, sebuah elektron memiliki muatan negatif, namun antimaterinya positron memiliki muatan positif. Materi dan antimateri akan saling membinasakan ketika mereka bertabrakan dan massa mereka akan dikonversi ke dalam energi melalui persamaan Einstein E=mc2. Beberapa desain pesawat luar angkasa menggabungkan mesin antimateri.
Credit: Penn State U. /NASA-MSFC

Sumber: Space.com

Video Listrik

L'Arc~en~Ciel Link guitar cover